Wednesday, October 28, 2009

Celestial Management International Luncurkan website baru


Celestial Management International terus melakukan ekspansi baik ke dalam maupun keluar, kedalam ditandai dengan terus melakukan perbaikan materi-materi training, juga dengan cara memperluas cakupan materi hingga menyentuh berbagai segment, tidak hanya kaum profesional tetapi juga para generasi muda dan anak-anak. Disamping itu, untuk memperluas penyebaran informasi mengenai training, barusaja CMI meluncurkan website baru dengan nama: celestialmanagement.info sebagai sarana informasi, berita seputar management spiritual dan agenda training. Semoga kehadiran website ini membawa kemajuan lebih pesat bagi Celestial Management ...

Thursday, October 15, 2009

Mengajar adalah Cara Belajar yang paling baik & Efektif


Seringkali kita mendapat suruhan untuk mengajar atau memberikan training, entah itu disengaja atau karena kepercayaan orang akan kemampuan kita, kadang kita merasa takut dan melemahkan diri sendiri, kita takut kalau ada pertanyaan dari audien yang tidak mampu kita jawab, kita takut tidak dapat memberikan yang terbaik, sehingga membuat kita berusaha menjadi diri orang lain, menyampaikan dengan gaya orang lain, dan dengan bahasa orang lain, atau yang lebih parah lagi kita menyampaikan sesuatu yang dimengerti orang lain, kita sama sekali tidak memahaminya. Akhirnya kita tersesat ...

Padahal, kita hanya menyampaikan apa yang kita tau saja, karena memang Allah tuhan kita, pun juga Nabi kita hanya menyuruh kita menyampaikan yang kita tau, walaupun hanya satu ayat. Bagaimana kalau ada pertanyaan yang sulit, dan kita tidak bisa menjawabnya? Saudaraku, tidak ada yang sulit! semuanya Gampang, menjawab pertanyaan yang sulit yang kita tidak bisa menjawabnya justru paling gampang, karena jawabannya hanya "Maaf, saat ini saya belum bisa menjawabnya". Selesai kan??



Monday, February 02, 2009

Celestial Management Training



Anda terbelenggu dalam banyak masalah? Tujuan hidup anda belum jelas? Anda ingin mengatur dan merencanakan hidup dengan sistematis dan sesuai syariah? Anda coba ikut training ini, CELESTIAL MANAGEMENT TRAINING. ya, ini training dari buku BEST SELLER The Celestial Management karya A. Riawan Amin, Direktur Utama Bank Muamalat, yang juga CEO OF THE YEAR 2008, 'Celestial Management' ini juga yang melejitkan Bank Muamalat menjadi Bank Terbaik dikelasnya. Yah, saya tidak akan bercerita banyak, Rasakan sendiri bagaimana Dahsyatnya CELESTIAL MANAGEMENT pada hari Sabtu-Ahad Tanggal 14-15 Februari 2009 di Intercontinental Hotel Jakarta.

Daftar Segera Klik disini
Download Brosur Klik disini
Informasi lebih lanjut Klik disini


Tuesday, June 10, 2008

Anakku ke 2 segera tiba ...


Anak adalah anugerah Allah terindah, bagaimana tidak, ia laksana kita yang baru, seperti reinkarnasi. Kita begitu bersemangat menjalani hidup karnanya, rindu untuk kembali ke rumah melihat wajahnya, oh begitu indah hidup ini …

Zahdan anakku yang pertama beranjak dewasa, kini usianya menginjak tahun ke2, ketika dia rewel terbayang bagaimana aku dulu juga rewel, ketika dia menangis, terbayang bagaimana aku dulu juga menangis, sehingga apapun yang ia lakukan akau selalu teringat aeperti apa dulu ketika aku semasanya, kadang aku begitu khawatir kelak tidak bisa mendidiknya, namun kehawatiran itu segera sirna dikala aku teringat sang Maha Kuasa, karena ditanganNyalah segala urusan, kita hanya berusaha dan berencana.

Kini Allah pun mempercayaiku kembali, dianugerahinya aku anak yang kedua, haru hatuiku bahagia dikala aku teringat bahwa aku masih dipercayai-Nya, lagi-lagi aku begitu khawatir tidak bisa mendidiknya, tapi lagi-lagi aku percaya bahwa Allah-lah yang m,enggenggam segala urusan. Kuserahkan kepada-Nya, hatipkupun menjadi lega ..

Lebaran nanti anakku yang kedua Insya Allah akan lahir, semoga ia terlahir kedunia dalam keadaan selamat, dan aku bisa mendidiknya manjadi anak yang soleh penuh manfaat, semoga. Selamat Datang Anakku …





Monday, June 09, 2008

Pekerjaan baru


Hidup harus terus berubah...
tak ada yang tak berubah kecuali perubahan itu sendiri, perubahan ke arah yang lebih baik adalah sebuah keharusan, manusia yang keadaannya stagnan, terus dalam keadaan yang sama tidak menuju kearah yang lebih baik adalah “MERUGI”. Oleh karnanya setiap orang mesti berjuang terus menerus menuju kearah yang lebih baik.

Waktu yang diberikan Allah kepada kita hendaknya terus menjadi peringatan, karena waktu yang diberikan Allah kepada kita hanya sekejap saja, kalau kita sia-siakan maka kita akan tergilas dengan waktu, dan kita akan termakan olehnya, sehingga tak terasa kita sudah dipenghujung hayat dengan tanpa perubahan, perubahan ke arah yang lebih baik.

Sejak bulan Mei lalu, mengambil momentum hijrah Rasul, saya menimba pengalaman baru, bergabung dengan CELESTIAL MANAGEMENT INTERNATIONAL, berjuang membumikan management ilahiyah, mengajak seluruh manusia untuk memaknai hidupnya tidak hanya sebatas di dunia tapi tembus sampai ke alam abadi… Akhirat.

musiQalbu,… tetap menjadi curahan emosi, semoga menjadi lebih baik untuk menjadi penghibur hati yang gundah dan gelisah, penebar kesejukan dan kebaikan, semoga terus konsisten untuk sesuai dengan syariah…



Pustaka yang luar biasa





Assalamu'alaik
um...
Lama tidak posting, bukan tak ingin, tapi waktu yang begitu terbatas..
hari ini nyempatkan diri untuk kasih tau kawan-kawan bahwa baru saja saya menemukan situs yang berisi pustaka luarbiasa, terdapat banyak sumber didalamnya, bagi rekan-rekan yang perlu data bisa cari disini
Selamat mencoba semoga bermanfaat...



Sunday, February 03, 2008

Selamat Jadi Enterpreneur !


Kini salah satu kru musiQalbu, Yohana S. Gustina yang biasa dipanggil Yoan mencoba jadi Enterpreneur, mencoba ikut jejak Rasul menjadi "pedagang".
Ia menjadi Agen Resmi Jilbab ROBBANI, untuk lengkapnya klik disini



Friday, January 18, 2008

Buku Bagus


Masalah datang dan kerap kali hadir menghampiri kita, kapan dan dimanapun. Sadarkah kita bahwa masalah ingin menjadikan kita semakin berpengalaman dan semakin cerdas. Masalah hadir bukan tanpa sebab, juga bukan tanpa tujuan. Semua peristiwa yang hadir dalam kehidupan kita, tentu mengandung hikmah penuh arti buat masa depan. Jangan biarkan masalah yang hadir itu, membuat emosi kita semakin terpuruk dan trauma berkepanjangan. Tetapi bagaimana masalah itu justru, mampu menguatkan emosi sehingga tergerak untuk melakukan hal yang terbaik buat kita, kebahagiaan dan kenikmatan yang kita capai saat ini adalah sehabis kita mengalami penderitaan dan kegelisahan. Karena itu segera temukan kebahagiaan di balik penderitaan …..

Buku ini berjudul : THANK YOU PROBLEM



Wednesday, November 21, 2007

Solusi Financial Untuk Masa Depan Anda & Keluarga


Anda peduli terhadap MASA DEPAN ANDA DAN KELUARGA?
Anda peduli terhadap BIAYA PENDIDIKAN ANAK ANDA?
Anda ingin hidup bahagia saat USIA PENSIUN?

Temukan jawabannya di www.solusifinancial.wordpress.com , disini anda akan mendapatkan jawaban atas masalah financial anda & keluarga.



Friday, November 16, 2007

Program PDF Gratis


Memuaskan, ya karena program ini benar-benar berguna buat bikin file dalam format PDF, mo nyoba? gak ada salahnya, gratis ko! kalo mau Click Disini


Event di tempat kerja


SUKUK and Their Applications in
Islamic Banking & Finance
Santika Hotel
, 12-15 Muharram 1429 H / 21-24 January 2008

Acara ini dipersembahkan oleh Muamalat Institute kersama dengan IRTI-IDB Jeddah
Hadiri yah, dijamin nggak nyesel ...



Wednesday, April 11, 2007

Selamat Datang Anakku di Dunia Fana ...

Tepat pada tanggal 7 April 2007 jam 05.30 WIB Anakku lahir dengan selamat, sebuah amanah besar yang bukan hanya akan dipertanggungjawabkan, tetapi akan sangat menentukan perjalanan sampai ke alam AKHIRAT kelak ... amanah itu kami beri nama:

ZAHDAN AZYANA MASYKUR KAAN

Selamat datang Anakku, di dunia fana , mari kita berlomba mencapai titik kebahagiaan abadi di Akhirat kelak ...

Kami Yang Berbahagia:
Apep Zuhdi & Yohana S, Gustina


ANNU'MAN CUPRIADI - AM BANK MUAMALAT-

Wilujeng, ngiring bingah mugia janten murangkalih anu sholeh tur ngiatken rengrengan para Mujahid, Allahu Akbar!


RIFNALDI -BUKOPIN-

Turut berbahagia atas kelahiran putra pertama mas Apep, selamat jadi ayah dan ibu, moga ananda jadi anak yang sholeh. Amiin.

TOHA MA'RUF -HAKIM-

Ngiring bingah, semoga menjadi Anak yang soleh yang berbakti kepada Allah, orang tua dan Agama, dan semoga diberi kemampuan mendidiknya. Amiin

RUDI - KETUA PEMUDA MUHAMMADIYAH BOGOR-

Syukur alhamdllh, smga mnjadi anak penyejuk mata bagi orangtua, sholeh, dan mujahid dakwah penerus MUHAMMAD, slamat menjadi bapak dari buah tercinta, didik dengan islam.

FAISAL ANWAR –AKTIFIS BNN JAKARTA-

Turut berbahagia dan gembira atas kelahirannya, semoga menjadi anak yang sholeh, berbakti kpada orangtua, dan berkiprah di HMI seperti orangtuanya, Amien.

SURYO –SUPERVISER PT. ANTAREJA AGUNG PERKASA-

Biarkan dia lepas seperti anak panah dan kita hanya memastikan pada sasaran yang tepat, Selamat!...

YUDI SUSWORO – DIREKTUR ARRAJA, KLINIK SYARIAH-

Semoga alloh menjadikan anak – anak kita menjadi imam dari golongan kaum muslimin, syukron jzklh + turut bersuka cita atas kebahagiaan antum, salam tuk keluarga.

YUDI EFFENDI –PENULIS BUKU “THANK U PROBLEM”-

Alhmdllh, selamat ya pep, saya doakan mudah – mudahan mnjadi anak yang sholeh, See U then…

IRWAN ALAMSYAH – PROSHIELD-

WA” alaik, Syukur alhmdllh,.. amien.. Slamat anda telah lulus tes menjadi laki – laki normal.. turut bersuka cita.

MIH AI DAN KELUARGA

Kami sekeluarga ikut berbahagia, dan mendoakan semoga menjadi anak yang sholeh amien…

PAK YADIH –PGRI CIPUTAT-

Alhmdllh, Semoga Alloh swtmemberkahibya dan kelak menjadi anak yang cerdas.

IBU IRMIE SUDRAJAT – BANK MUAMALAT INDONESIA-

Selamat, semoga apa yang diharapkan kedua orangtuanya terkabul, amien…

TAUFIK AZIZ – PONPES SABILUSSALAM-

Wslm, Alhmdllh, selamat ya! Ngiring binga…h pisan, hapnten abdi nuju di tasik Kang.. Teteh..

MAS HAMAM –AKTIFIS MUHAMMADIYAH-

Alhmdllh, ikut berbahagia , semoga menjadi anak yang sholeh, amien..

FITA FATURROHMAN –AKTIFIS KOHATI-

Selamat ya jadi ayah & Ibu, Semoga mnjadi keluarga teladan bagi umat, Salam sama Yoan. Tq

DEDE TITO ISMANTO – PEMDA BANJAR-

Alhmdllh ngiring bingah simkuring kasep, mudah – mudahan sing janten jalmi anu sholeh…

AHMAD FUADI –PONPES ATTAQWA-

Ane n keluarga mengucapkan selamat nmjadi ayah n ibu semoga mnjadi anak yang sholeh.

DANI BUDIANTO –MUAMALAT INSTITUTE

Syukur alhmdllh.. kami doakan smoga mnjadi anak yg sholeh yg berbakti kpada orangtua, agama dan bangsa. Salam buat istri dari kakak, kata kakak: anak apep lahir bung garuda 747 Heheee…

SANI NAURI- CELESTIAL CYBER CENTER-

Ass, selamat ya pak pepo semoga kehadirannya dapat menambah kehrmonisan rumah tangga, dan dapat mnjadi anak yg sholeh, Amien.. wass.

SAEPUL KHOIRI – SYARIAH ENTERPREUNERSHIP-

Alhmdllh, punya ponakan lagi, semoga ibu & babynya sehat – sehat aja, bapaknya juga dah.

BAPAK ANWAR – KOPERASI BMI-

Hamdan syakirin, hamdan’naimin, sukacitapun kami rasakan, semoga titipan illahi ini berguna bagi agama, orangtua, nusa dan bangsa kelak, Amien.

MAS ARIS –IPB-

Selamat semoga mnjadi anak yang sholeh, cerdas, sehat, kuat, berkelimpahan rizqi dan ilmu, semoga selalu dalam lindungan alloh swt Amien!

NENENG –BEKASI-

Selamat ya.. kami doakan Semoga mnjadi anak yg sholeh dan berbakti Amien...

NURUL B, DJAAFARA – MANAGING DIREKTUR MI-

Selamat ya, semoga mnjadi anak yg sholeh, Amien..

-Adi, Tasikmalaya-

Aslm, Pep Selamat jadi ayah ya, Smg dengan kehadiran anak pertama jadi tambah rizqi, sehat selalu dan selalu dilindungi Alloh swt.

A ARY Sekeluarga

Alhamdulillah, semoga menjadi anak yang soleh, berbakti pada orangtua & menjadi pejuang pembela islam

ISWARA -ADIRA FINANCE-

Selamat ya sobat atas lahirnya sang penerus, Besar harapan ku kelak dia akan tumbuh dan berkarir lebih baik dari apa yang telah kita capai sekarang dan esok nanti.

ARIF IELA

Wlkmslm Wrwb.. Yap, kami doakan smg menjadi anak yang sholeh & berbakti kpada orangtua,

RUBI - MUAMALAT INSTITUTE-

Ass bpk n ibu baru yang berbahagia, maaf ya hari ini aq belum sempet kesana, ini juga baru pulang, lia ada acara tadi Insyllh bsk ya, dah ga sabar nih pengen liat ponakan……

HELENA -MUAMALAT INSTITUTE-

Alhmdllh.. selamat atas kelahiran putra pertamanya, smg mnjadi anak yang sholeh & berbakti.. amin, salam tuk teteh sempurna sudah sekarang dah jadi seorang ibu.. slm tuk kluarga.

ANA -KIA MOTOR-

Syukur Alhmdllh.. Diberi karunia illahi, amin.. mudah – mudahan tercapai apa yang dituju. Selamat and sukses selalu.


AJID -MIZAN-

Aihmdllh, Smg menjadi anak yang sholeh dan revolusioner sprti Muhammd bin Abdullh, amin..


DINA -NP-

Selamat ya mas n Yoan.. Smoga anak Mas jadi seperti yang didoakan.. amien..

BAPAK ARYANDA (Ismail & Associate)

Alhmdllh, selamat ya pep, Insyllh menjadi anak sholeh dan berbakti kpada agama dan bangsa, serta kepada kedua orangtuanya, Amiin, tq, Wasss.

AKMAL SALIM –DEPAG-

Selamat atas kelahiran putranya, Semoga kelak mnjadi anak yang shaleh, Amien..

BAPAK SUBHAN –MP UIN-

Selamat semoga menjadi qurrota a’yun, Amien..




Tuesday, April 03, 2007

Hukum Musik?




Nyanyian dan musik sepanjang zaman selalu menjadi wilayah khilaf di antara para ulama. Dan lebih detail, ada bagiannya yang disepakati keharamannya, namun ada juga yang diperselishkan.
Bagian yang disepakati keharamannya adalah nyanyian yang berisi syair-syair kotor, jorok dan cabul. Sebagaimana perkataan lain, secara umum yang kotor dan jorok diharamkan dalam Islam. Terutama ketika musik itu diiringi dengan kemungkaran, seperti sambil minum khamar dan judi. Atau jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah seperti menyebabkan timbul cinta birahi pada wanita. Atau jika menyebabkan lalai dan meninggalkan kewajiban, seperti meninggalkan shalat atau menunda-nundanya dan lain-lain.


Namun apabila sebuah nyanyian dan musik tidak seperti itu, barulah kemudian para ulama berbeda pendapat. Ada yang masih tetap mengharamkannya namun ada juga yang menghalalkannya.
Penyebab perbedaan pendapat itu cukup beragam, namun berkisar para dua hal.
Pertama, dalilnya kuat namun istidlalnya lemah. Kedua, dalilnya lemah meski istidlalnya kuat.




Contoh 1
Kita ambil contoh penyebab perbedaan dari sisi dalil yang kuat sanadnya namun lemah istidlalnya. Yaitu ayat Al-Quran al-Kariem. Kitatahu bahwa Al-Quran itu kuat sanadnya karena semua ayatnya mutawatir. Namun belum tentu yang kuat sanadnya, kuat juga istidlalnya. Kita ambil ayat berikut ini:
ومن الناس من يشتري لهو الحديث ليضل عن سبيل الله بغير علم ويتخذها هزوا أولئك لهم عذاب مهين
Dan di antara manusia orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.(QS. Luqman: 5)
Oleh kalangan yang mengharamkan musik, ayat ini sering dijadikan bahan dasar untuk istidlal mereka. Mereka menafsirkan bahwa lahwal hadits (perkataan yang tidak berguna) adalah nyanyian, lagu dan musik.




Sebenarnya tidak ada masalah dengan ayat ini, karena secara eksplisit tidak mengandung pengharaman tentang lagu, musik atau nyanyian. Yang dilarang adalah perkataan yang tidak berguna. Bahwa ada ulama yang menafsirkannya sebagai nyanyian musik, tentu tidak boleh memaksakan pandangannya.
Kita bisa membaca pandangan Ibnu Hazm tentang ayat di atas. Beliau mengatakan bahwa yang diancam di ayat ini adalah orang kafir. Dan hal itu dikarenakan orang-orang kafir itu menjadi agama Allah sebagai ejekan. Meski seseorangmembeli mushaf lalu menjadikannya ejekan, maka dia pun kafir. Itulah yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat ini. Jadi Allah SWT tidak mencela orang yang membeli alat musik apabila bukan untuk menjadikannya sebagai penyesat manusia.


Contoh 2: Hadits Nabawi
Dalam salah satu hadits yang shahih ada disebutkan tentang hal-hal yang dianggap sebagai dalil pengharaman nyanyian dan musik.
Sungguh akan ada di antara umatku, kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat-alat yang melalaikan`. (HR Bukhari)


Karena hadits ini terdapat di dalam shahih Bukhari, maka dari sisi keshahihan sudah tidak ada masalah. Sanadnya shahih meski ada juga sebagian ulama hadits yang masih meragukanya.
Namun dari segi istidlal, teks hadits ini masih bersifat umum, tidak menunjuk alat-alat tertentu dengan namanya secara spesifik dan eksplisit. Di titik inilah sesungguhnya terjadi selisih pendapat para ulama. Dalil yang bersifat umum masih mungkin dipersoalkan apabila langsung dijadikan landasan untuk mengharamkan sesuatu.
Batasan yang ada dan disepakati adalah bila alat itu bersifat melalaikan. Namun apakah bentuknya alat musik atau bukan, maka para ulama berbeda pendapat.
Contoh 3: Hadits Nabawi
Dari Nafi bahwa Ibnu Umar mendengar suara seruling gembala, maka ia menutupi telingannya dengan dua jarinya dan mengalihkan kendaraannya dari jalan tersebut. Ia berkata:`Wahai Nafi` apakah engkau dengar?`. Saya menjawab:`Ya`. Kemudian melanjutkan berjalanannya sampai saya berkata:`Tidak`. Kemudian Ibnu Umar mengangkat tangannya, dan mengalihkan kendaraannya ke jalan lain dan berkata: Saya melihat Rasulullah saw. mendengar seruling gembala kemudian melakukan seperti ini. (HR Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Hadits ini sudah agak jelas dari segi istidlalnya, yaitu Rasulullah menutup telinganya saat mendengar suara seruling gembala. Namun dari segi kekuatan sanadnya, para ulama hadits mengatakan bahwa hadits ini termasuk hadits mungkar. Dan hadits mungkar kedudukannya lebih parah dari sekedar hadits dhaif.




Dan memang banyak sekali dalil pengharaman musik yang derajat haditsnya bermasalah. Dan wajar bila Abu Bakar Ibnul Al-Arabi mengatakan, "Tidak ada satu pun dalil yang shahih untuk mengharamkan nyanyian."
Dan Ibnu Hazm juga senada. Beliau mengatakan, "Semua riwayat hadits tentang haramnya nyanyian adalah batil."
Dari Umar bin Hushain, bahwa Rasulullah saw. berkata tentang umat ini:` Gerhana, gempa dan fitnah. Berkata seseorang dari kaum muslimin:`Wahai Rasulullah kapan itu terjadi?` Rasul menjawab:` Jika biduanita, musik dan minuman keras dominan` (HR At-Tirmidzi).
Sebagian Shahabat Menghalalkan Musik


Dari banyak riwayat kita mendapatkan keterangan bahwa di antara para shahabat nabi SAW, tidak sedikit yang menghalakan lagu dan nyanyian.
Misalnya Abdullah bin Ja`far, Abdullah bin Zubair, Al-Mughirah bin Syu`bah, Usamah bin Zaid, Umran bin Hushain, Muawiyah bin Abi Sufyan, Atha bin Abi Ribah, Abu Bakar Al-Khallal.
Imam Asy-Syaukani dalam kitabnya, Nailul Authar menuliskan bahwa para ulama Madinahmemberikan kemudahan pada nyanyian walaupun dengan gitar dan biola`.
Juga diriwayatkan oleh Abu Manshur Al-Bagdadi As-Syafi`i dalam kitabnya bahwa Abdullah bin Ja`far menganggap bahwa nyanyi tidak apa-apa, bahkan membolehkan budak-budak wanita untuk menyanyi dan beliau sendiri mendengarkan alunan suaranya. Dan hal itu terjadi di masa khilafah Amirul Mukminin Ali ra. Begitu juga Abu Manshur meriwayatkan hal serupa pada Qodhi Syuraikh, Said bin Al-Musayyib, Atho bin abi Ribah, Az-Zuhri dan Asy-Sya`bi.
Imam Al-Haramain dalam kitabnya, An-Nihayah dan Ibnu Abi Ad-Dunya yang menukil dari Al-Itsbaat Al-Muarikhiin; bahwa Abdullah bin Zubair memiliki budak-budak wanita dan gitar.
Dan Ibnu Umar pernah kerumahnya ternyata di sampingnya ada gitar, Ibnu Umar berkata:` Apa ini wahai sahabat Rasulullah saw. kemudian Ibnu Zubair mengambilkan untuknya, Ibnu Umar merenungi kemudian berkata, "Ini mizan Syami(alat musik) dari Syam?".Ibnu Zubair menjawab, "Dengan ini akal seseorang bisa seimbang."
Dan diriwayatkan dari Ar-Rawayani dari Al-Qofaal bahwa madzhab Malik bin Anas membolehkan nyanyian dengan alat musik.




Dan jika diteliti dengan cermat, maka ulama muta`akhirin yang mengharamkan alat musik karena mereka mengambil sikap wara`(hati-hati). Mereka melihat kerusakan yang timbul di masanya. Sedangkan ulama salaf dari kalangan sahabat dan tabi`in menghalalkan alat musik karena mereka melihat memang tidak ada dalil baik dari Al-Qur`an maupun hadits yang jelas mengharamkannya. Sehingga dikembalikan pada hukum asalnya yaitu mubah.
Oleh karena itu bagi umat Islam yang mendengarkan nyanyian dan musik harus memperhatikan faktor-faktor berikut:




1. Lirik Lagu yang Dilantunkan. Hukum yang berkaitan dengan lirik ini adalah seperti hukum yang diberikan pada setiap ucapan dan ungkapan lainnya. Artinya, bila muatannya baik menurut syara`, maka hukumnya dibolehkan. Dan bila muatanya buruk menurut syara`, maka dilarang.




2. Alat Musik yang Digunakan. Sebagaimana telah diungkapkan di muka bahwa, hukum dasar yang berlaku dalam Islam adalah bahwa segala sesuatu pada dasarnya dibolehkan kecuali ada larangan yang jelas. Dengan ketentuan ini, maka alat-alat musik yang digunakan untuk mengiringi lirik nyanyian yang baik pada dasarnya dibolehkan. Sedangkan alat musik yang disepakati bolehnya oleh jumhur ulama adalah ad-dhuf (alat musik yang dipukul). Adapun alat musik yang diharamkan untuk mendengarkannya, para ulama berbeda pendapat satu sama lain. Satu hal yang disepakati ialah semua alat itu diharamkan jika melalaikan.




3. Cara Penampilan. Harus dijaga cara penampilannya tetap terjaga dari hal-hal yang dilarang syara` seperti pengeksposan cinta birahi, seks, pornografi dan ikhtilath.




4. Akibat yang Ditimbulkan. Walaupun sesuatu itu mubah, namun bila diduga kuat mengakibatkan hal-hal yang diharamkan seperti melalaikan shalat, munculnya ulah penonton yang tidak Islami sebagi respon langsung dan sejenisnya, maka sesuatu tersebut menjadi terlarang pula. Sesuai dengan kaidah Saddu Adz dzaroi` (menutup pintu kemaksiatan).




5. Aspek Tasyabuh atau Keserupaan Dengan Orang Kafir. Perangkat khusus, cara penyajian dan model khusus yang telah menjadi ciri kelompok pemusik tertentu yang jelas-jelas menyimpang dari garis Islam, harus dihindari agar tidak terperangkap dalam tasyabbuh dengan suatu kaum yang tidak dibenarkan. Rasulullah saw. bersabda:
وَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ, فَهُوَ مِنْهُمْ أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ
Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk mereka. (HR Abu Dawud)




6. Orang yang menyanyikan. Haram bagi kaum muslimin yang sengaja mendengarkan nyanyian dari wanita yang bukan muhrimnya. Sebagaimana firman Allah SWT.:
يَا نِسَاء النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَاء إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا
Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik. (QS Al-Ahzaab 32)
Demikian kesimpulan tentang hukum nyanyian dan musik dalam Islam semoga bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi panduan dalam kehidupan mereka.




Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc



Musik & Nyanyian Yang Diperbolehkan




Pendapat yang Lebih Moderat Di luar dari kalangan yang agak berhati-hati, ternyata kita pun mendapati adanya kalangan ulama yang lebih agak moderat. Di mana mereka tidak mengharamkan secara mutlak, melainkan masih memilah dan memberikan beberapa persyaratan tertentu.
Bila syaratnya terpenuhi, mendengarkan lagu atau musik itu masih bisa ditolelir. Sebaliknya, bila beberapa syarat kebolehan itu sampai terlanggar, maka hukumnya pun menjadi haram.
Di antara syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam masalah musik dan mendengarkannya adalah:
Tidak boleh disertai kemungkaran, seperti sambil minum khomr, berjudi, zina dan campur baur laki dan wanita.
Tidak ada kekhawatiran timbulnya fitnah seperti menyebabkan timbul cinta birahi pada wanita atau sebaliknya.
Tidak menyebabkan lalai dan meninggalkan kewajiban, seperti meninggalkan shalat atau menunda-nundanya dan lain-lain.

Kesimpulannya bahwapada dasarnya mereka menghalalkan mendengar nyanyian, tetapi hukumnya berubah menjadi haram bila syarat-syaratnya tidak terpenuhi.
Adapun latar belakang mereka tidak mengharamkannya secara total, adalah karena mereka punya pendapat sendiri atas dalil-dalil yang mengharamkan di atas.
Hadits pertama diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, dari Abi Malik Al-Asy`ari ra. Hadits ini walaupun terdapat dalam hadits Shahih Bukhari, tetapi para ulama memperselisihkannya.

Banyak di antara mereka yang mengatakan bahwa hadits ini adalah mualaq (sanadnya terputus), di antaranya dikatakan oleh Ibnu Hazm.
Di samping itu di antara para ulama menyatakan bahwa matan dan sanad hadits ini tidak selamat dari kegoncangan (idhtirab).

Katakanlah, bahwa hadits ini shahih, karena terdapat dalam hadits shahih Bukhari, tetapi nash dalam hadits ini masih bersifat umum, tidak menunjuk alat-alat tertentu dengan namanya. Batasan yang ada adalah bila ia melalaikan.

Hadits kedua dikatakan oleh Abu Dawud sebagai hadits mungkar. Bahkan meski hadits ini shahih, maka sebenarnya dari teks hadits itu tidak bisa dikatakan bahwa Rasulullah saw secara jelas telah mengharamkannya. Bahkan Rasulullah saw mendengarkannya sebagaimana juga yang dilakukan oleh Ibnu Umar.

Sedangkan hadits ketiga menurut mereka adalah hadits gharib. Dan hadits-hadits lain yang terkait dengan hukum musik, jika diteliti ternyata tidak ada yang shahih.
Imam Al-Haramain dalam kitabnya, An-Nihayah dan Ibnu Abi Ad-Dunya yang menukil dari Al-Itsbaat Al-Muarikhiin menyatakan bahwa Abdullah bin Zubair memiliki budak-budak wanita dan gitar.

Dan Ibnu Umar pernah ke rumahnya ternyata di sampingnya ada gitar, Ibnu Umar berkata, "Apa ini wahai sahabat Rasulullah saw?" Kemudian Ibnu Zubair mengambilkan untuknya, Ibnu Umar merenungi kemudian berkata, "Ini mizan syami (nama alat musik) dari Syam?` Berkata Ibnu Zubair, "Dengan ini akal seseorang bisa seimbang."
Adapun ulama yang menghalalkan musik sebagaimana di antaranya diungkapkan oleh Imam Asy-Syaukani dalam kitabnya, Nailul Authar adalah:

Ulama Madinah dan ulama Dzahiri dan jama`ah ahlu Sufi yang memberikan kemudahan (kebolehan) pada nyanyian walaupun dengan gitar dan biola`.
Juga diriwayatkan oleh Abu Manshur Al-Bagdadi As-Syafi`i dalam kitabnya bahwa Abdullah bin Ja`far menganggap bahwa nyanyi tidak apa-apa, bahkan membolehkan budak-budak wanita untuk menyanyi dan beliau sendiri mendengarkan alunan suaranya. Dan hal itu terjadi di masa khilafah Amirul Mukminin Ali ra.

Begitu juga Abu Manshur meriwayatkan hal serupa pada Qodhi Syuraikh, Said bin Al-Musayyib, Atho bin abi Ribah, Az-Zuhri dan Asy-Sya`bi.
Demikianlah pendapat ulama tentang mendengarkan alat musik. Dan jika diteliti dengan cermat, maka ulama muta`akhirin yang mengharamkan alat musik karena mereka mengambil sikap wara` (hati-hati). Mereka melihat kerusakan yang timbul di masanya.

Sedangkan ulama salaf dari kalangan sahabat dan tabi`in menghalalkan alat musik karena mereka melihat memang tidak ada dalil baik dari Al-Qur`an maupun hadits yang jelas mengharamkannya. Sehingga dikembalikan pada hukum asalnya yaitu mubah.
Demikian sekelumit gambaran tentang khilaf ulama tentang hukum nyanyian dan musik dalam Islam. Anda harus bijak ketika bertemu dengan saudara-saudara yang cenderung berpandangan bahwa musik itu tidak haram. Mereka bukan mengada-ada, tetapi memang punya dalil tersendiri. Meski pun anda pun tidak perlu berkecil hati, karena masih banyak ulamayang mengharamkannya, sebagaimana pendapat anda.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc



Wednesday, March 28, 2007

Musik, Sumbangan Islam


Kemajuan umat muslimin dalam bidang muzik mempunyai hubungan yang rapat dengan kemajuan yang dicapai mereka dalam bidang ilmu matematik. Umat muslimin mengenal skala-skala nada, skel-skel tali alat muzik dan irama-irama seni sebelum dikenali oleh orang-orang Eropah beberapa abad lamanya.

Orang-orang Eropah mengenali teori-teori musik dalam masa pengaruh kebudayaan Islam menjalar ke Eropah.

Sumber-sumber musik Islam adalah bertunjang kepada musik-musik Byzantine dan Farsi di samping musik-musik Arab sebelum Islam. Tokoh-tokoh yang berjasa membancuhkan tiga sumber ini ialah Said Bin Misjah (683M) yang telah mempelajari seni-seni musik itu dan mengkombinasikannya , dan dengan demikian beliaulah yang meletakkan batu asas pertama bangunan musik Islam.

Muridnya Ibni Muhriz (715M) telah maju lagi beberapa langkah ke depan dalam bidang ini. Kemudian muncul pula Yunus al-Katib kira-kira tahun 742M. Beliau seorang ahli musik dari juru-juru iring Khalifah al-Walid yang ke II. Beliau telah menulis buku-buku Arab yang paling tua dalam ilmu musik, di antaranya sebuah buku yang berjudul “Kitab al-Qian”.

Dalam period kegiatan penterjemahan yang aktif di zaman pemerintahan al-Rashid dan al-Ma’mun, banyak karangan-karangan dalam bahasa Greek di dalam lapangan ilmu musik telah disalin ke bahasa Arab. Selepas itu muncul pula period karangan-karangan dalam bahasa Arab mengenai ilmu musik. Ishak al-Mawsili yang menjadi penyeri istana Harun al-Rashid telah menulis beberapa buah buku mengenai musik. Ahli falsafah terkenal al-Kindi …juga telah menulis tujuh buah buku mengenai ilmu musik. Di dalam buku itu beliau telah menulis dengan terperinci peraturan-peraturan irama musik……..

Sumbangan Islam Kepada Dunia – M.M.Shariff. Terjemahan Yusoff Zaky Yacob





Tuesday, January 16, 2007

Suka Duka musiQalbu



Menjelajah.. menapaki setiap sudut kota, rumah, majlis ta'lim, mesjid-mesjid, bercerita tentang kehidupan, mengalunkan syair-syair tentang kebenaran..

Mengaburkan setiap yang gelisah, menceriakan setiap yang muram, menerangkan yang remang-remang..

Mengharap mutiara, bukan hanya Dunia, tetapi... AKHIRAT kelak.



Wednesday, January 10, 2007

Ketika Kutatap Wajah Istriku


Tidak terasa sudah hampir setahun umur pernikahanku, namun ternyata masih banyak saja kekurangan dalam diriku, sebagai suami aku ingin istriku bahagia lahir bathin, tapi jujur saat ini aku merasa bahagia... bulan April nanti tepat dihari kelahiranku akan lahir juga anakku Insya Allah ... semoga aku bisa mengemban amanah itu ...
Ketika kutatap wajah istriku, betapa aku sangat bersyukur kepada Allah, atas anugerah terbesar yang pernah aku terima. Seorang wanita yang sederhana, namun keridhoan dan keikhlasannya menerima diriku sebagai suaminya, membuat aku tidak berhenti bahkan tidak akan pernah berhenti bersyukur kepada Allah, atas “kado pernikahan paling indah” yang diberikan kepadaku.


Ketika kutatap wajah istriku, betapa besar rasa maluku, karena masih banyak kekurangan pada diriku. Dan sungguh banyak kelebihannya, yang mungkin aku tidak akan mampu menandinginya. Seorang wanita yang tegar dan tidak banyak menuntut, kecuali tanggung jawabku sebagai suami, ayah dan imam keluarga. Dia wanita yang ikhlas menerima segala kelemahan dan kekuranganku, sebagai suami.


Ketika kutatap wajah istriku, betapa bangga dan bersemangatnya diriku, karena dukungannya terhadap perjuanganku untuk terus memperbaiki diri. Aku memang bukan laki-laki yang sempurna dan dia juga bukan wanita yang sempurna, tetapi Allah telah memilihnya untuk menjadi pasangan hidupku. Semoga inilih yang terbaik menurut Sang Maha Penentu Takdir.


Ketika kutatap wajah istriku, di saat dia sedang lelap tertidur, tak terasa menetes air mataku, karena rasa syukur kepada Allah atas anugerah terbesar-Nya. Terlihat wajahnya yang kelelahan, karena harus melayani suami dan mengurus kehamilannya. Tapi aku yakin, lewat keikhlasannya, dia akan menjadi wanita yang mampu terus berjuang di jalan Allah dengan menjadi istri dan ibu anak-anakku kelak. Kukecup keningnya, sambil keberdoa, Ya Allah, jadikanlah dia bidadari syurgaku, sehingga meringankan pertanggungjawabank u, saat menghadap-Mu di Hari Perhitungan kelak. Amin.


Dari suami yang masih banyak kekurangan.. .



Thursday, January 04, 2007

Risalah Pernikahan



Kali ini musiQalbu tampil pada acara pernikahan Mas Joko di Pondok Ranji (6 Januari 2007), thema yang akan dibahas tentu juga masalah pernikahan, berikut ringkasan materinya...




Istri yang paling baik adalah yang membahagiakanmu, saat kamu memandangnya, yang mematuhimu kala kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya dan dirimu bila kamu tidak ada disisinya. Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, ada beberapa orang sahabat menemui Aisyah memintanya agar menceritakan perilaku Rasulullah. Aisyah sesaat tidak menjawab permintaan itu. Air matanya berderai, kemudian dengan nafas panjang ia berkata: “Kaana Kullu Amrihi Ajaba” [Aah…semua perilakunya indah].

Allah berfirman: “Diantara tanda-tanda keangungan Allah, ialah Dia ciptakan bagimu, dari jenis-jenismu sendiri, pasangan-pasangannya. Supaya kamu hidup tentram bersamanya, dan Allah jadikan bagimu cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda bagi orang-orang yang mau berfikir”. [QS 30 : 21]
Ayat ini ditempatkan Allah pada rangkaian ayat tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Tentang tegaknya langit, terhamparnya bumi, gemuruh halilintar dann keajaiban penciptaan manusia. Dengan ayat ini Dia ingin mengajarkan kepada kita betapa Dia dengan sengaja menciptakan kekasih yang menjadi pasangan hidup manusia yang bersedia berdiri dengan setia disamping kita, yang mau mendengar bukan saja kata-kata yang diucapkan, melainkan juga jeritan hati yang tidak terungkapkan, yang mau menerima perasaan tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih, yang mampu meniupkan kedamaian, mengobati luka, menopang tubuh lemah dan memperkuat hati.





Allah menetapkan suatu ikatan suci, yaitu Akad Nikah, agar hubungan antara pecinta dan kekasihnya itu menyuburkan ketentraman, cinta dan kasih sayang. Dengan dua kalimat yang sederhana “Ijab dan Qabul” terjadilah perubahan besar: yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadat, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Maka nafsu pun berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Begitu besarnya perubahan ini sehingga Al Qur’an menyebut Akad Nikah sebagai Mitsaqon Ghalidon [perjanjian yang berat]. Hanya 3 kali kata ini disebut dalam Al Qur’an. Pertama, ketika Allah membuat perjanjian dengan Nabi dan Rasul Ulul ‘Azmi [QS 33 : 7]. Kedua, ketika Allah mengangkat bukit Tsur diatas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah [QS 4 : 154]. Dan Ketiga, ketika Allah menyatakan hubungan pernikahan [QS 4 : 21].
Peristiwa Akad Nikah bukanlah peristiwa kecil di hadapan Allah. Akad Nikah tidak saja disaksikan oleh kedua orang tuanya, saudara dan sahabat-sahabat tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di langit yang tinggi dan terutama sekali disaksikan oleh Allah Rabbul Izzati [Penguasa Alam Semesta]. Maka apabila kamu sia-siakan perjanjian ini, ikatan yang sudah terbuhul, janji yang terpatri, kamu bukan hanya harus bertanggung jawab kepada mereka yang hadir, tetapi juga dihadapan Allah Rabbul Alamin.
“Laki-laki adalah pemimpin di tengah keluarganya, dan ia harus mempertanggung jawabkan kepemimpinannya. Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia harus mempertanggung jawabkan kepemimpinannya.” [HR Bukhori dan Muslim]
“Yang paling baik diantara kamu adalah yang paling baik dan lembut terhadap keluarganya”. [HR Bukhari]
Seorang isteri boleh memberi apa saja yang ia miliki. Tetapi, bagi seorang suami, tidak ada pemberian isteri yang paling membahagiakan selain hati yang selalu siap berbagi kesenangan dan penderitaan. Di luar rumah, sang suami boleh jadi diguncangkan oleh berbagai kesulitan, ia menemukan wajah-wajah tegar, mata-mata tajam, ucapan-ucapan kasar, dan pergumulan hidup yang berat. Ia ingin ketika pulang ke rumah, disitu ditemukan wajah yang ceria, mata yang sejuk, ucapan yang lembut dam berlindung dalam keteduhan kasih sayang sang isteri [seperti cerita puteri salju-nya Anderson]. Ia ingin mencairkan seluruh beban jiwanya dengan kehangatan air mata yang terbit dari samudera kasih sayang sang isteri.
Rasulullah bersabda: “Isteri yang terbaik adalah isteri yang, membahagiakanmu saat kamu memandangnya, yang mematuhimu kalau kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya san hartamu bila kamu tidak ada disisinya.”
Rasulullah bersabda bahwa surga terletak dibawah kaki kaum Ibu. Maka apakah rumah tangga yang dibangun hari ini akan menjadi surga atau neraka, tergantung pada sang ibu rumah tangga. Rumah tangga akan menjadi surga apabila disitu dihiaskan kesabaran, kesetiaan dan kesucian.
Allah SWT berfirman: “Wahai wanita, ingatlah ayat-ayat Allah dan hikmah yang dibacakan di rumah-rumah kamu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang dan Maha Mengetahui.” [QS 33 : 34]
Suatu saat, kelak bila perahu rumah tangga bertubrukan dengan kerikil tajam, bila impian remaja menjadi kenyataan yang pahit, bila bukit-bukit harapan diguncangkan gempa cobaan, tetaplah teguh disamping sang suami, tetaplah tersenyum walau langit semakin mendung.
Rasulullah SAW adalah manusia paling mulia. Dan Aisyah, ia bercerita bagaimana Rasulullah SAW memuliakannya: “Di rumah, kata Aisyah, “Rasulullah melayani keperluan isterinya, memasak, menyapu lantai, memerah sesu dan memebrsihkan pakaian. Dia memanggil isterinya dengan gelaran yang baik”. Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, ada bebarapa orang sahabat menemui Aisyah, memintanya agar menceritakan perilaku Rasulullah SAW. Aisyah sesaat tidak menjawab pertanyaan itu. Air matanya berderai kemudian dengan naafas panjang ia berkata: “Kaana Kullu Amrihi Ajaba…” [Ah…semua perilakunya indah]. Ketika didesak untuk menceritakan perilaku Rasul yang paling mempesona, Aisyah kemudian menceritakan bagaimana Rasul yang mulia di tengah malam bangun dan meminta ijin kepada Aisyah untuk shalat malam “Ijinkan aku beribadah kepada Rabb-ku” ujar Rasulullah SAW kepada Aisyah.
Rasulullah bersabda: “Seandainya aku boleh memerintahkan kepada manusia bersujud kepada manusia lain, aku akan perintahkan para isteri untuk bersujud kepada suami mereka karena besarnya hak suami yang dianugerahkan Allah atas mereka.” [HR. Tirmidzi]
Banyak isteri yang menuntut agar suaminya membahagiakan mereka. Jarang terpikir oleh mereka bagaimana membahagiakan suami. Padahal cinta dan kasih sayang akan tumbuh dan subur dalam suasana “memberi” bukan “mengambil”. Cinta adalah “sharing” saling membagi. Cinta tidak akan diperoleh kalau yang ditebarkan adalah kebencian. Kasih sayang tidak akan dapat diraih bila yang disuburkan adalah dendam dan kekecewaan.
Marie von Ebner Eschebach berkata: “Bila di dunia ini ada surga, surga itu adalah pernikahan yang bahagia tetapi bila di dunia ini ada neraka, neraka adalah pernikahan yang gagal”. Karena itulah Islam dengan penuh perhatian mengatur urusan rumah tangga.
Ribuan tahun yang silam, di Padang Arafah, saat haji wada’ Rasulullah menyampaikan khotbah perpisahannya & perhatikan apa yang diwasiatkannya pada waktu itu, “Wahai manusia, takutlah kepada Allah dalam urusan wanita, Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai isteri dengan amanat Allah. Dia halal-kan kehormatan mereka dengan kalimat-Nya. Sesungguhnya kamu mempunyai hak atas isterimu, dan isterimupun berhak atas kamu. Ketahuilah aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap isteri kalian. Mereka adalah penolong kalian. Mereka tidak memilih apa-apa untuk dirinya dan kamupun tidak memilih apa-apa dari diri mereka selain dari itu. Jika mereka patuh kepadamu, janganlah kamu berbuat aniaya kepada mereka”. [HR. Muslim dan Turmudzi]
Rasulullah bersabda: “Ada dua dosa yang akan didahulukan Allah siksanya di dunia ini juga, yaitu: Al-bagyu dan durhaka kepada orang tua”. [HR. Turmudzi, Bukhari dan Thabrani]
Al-bagyu adalah berbuat sewenang-wenang, berbuat dzalim/aniaya terhadap orang lain. Al-bagyu yang paling dimurkai Allah adalah berbuat dzalim kepada isteri sendiri, yaitu menelantarkan isteri, menyakiti hatinya, merampas kehangatan cintanya, merendahkan kehormatannya, mengabaikan dalam mengambil keputusan, dan mencabut haknya untuk memperoleh kebahagiaan hidup bersama-sama. Karena itulah Rasulullah mengukur tinggi rendahnya martabat seorang laki-laki dari cara ia bergaul dengan isterinya, Nabi yang mulia bersabda: “Tidak akan memuliakan wanita kecualli laki-laki yang mulia, dan tidak akan merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah pula”.
Pada saat perahu rumah tangga bertubrukan dengan kerikil tajam, impian remaja telah berganti menjadi kenyataan yang pahit, dan bukti-bukti harapan diguncangkan gempa cobaan, tidak ada yang paling menyejukkan sang suami selain pemandangan yang mengharukan. Ia bangun di malam hari, di dapatinya sang isteri tidak ada di sampingnya. Tetapi, kemudian ia dengar suara yang sangat dikenalnya. Diatas sajadah, diatas lantai yang dingin, ia menyaksikan seorang wanita bersujud. Suaranya bergetar. Ia memohon agar Allah menganugerahkan pertolongan bagi suaminya. Pada saat seperti itu sang suami akan mengangkat tangannya ke langit dan bersamaan tetes-tetes air matanya ia berdoa:
“Ya Allah, karuniakan kepada kami isteri dan keturunan yang menentramkan hati kami, dan jadikanlah kami penghulu orang-orang yang bertaqwa”.
Suatu saat Aisyah ra bercerita lama, setelah meninggalnya Khadijah ra. “Hampir setiap kali Rasulullah akan keluar rumah, beliau meyebutkan nama Khadijah seraya memujinya. Sehingga pada suatu hari ketika beliau menyebutkan lagi, timbul rasa cemburuku dan kukatakan kepadanya, “Bukankah ia hanya seorang wanita yang sudah tua, sedangkan Allah telah memberi pengganti yang lebih baik dari dia?” Mendengar itu Rasulullah kelihatan sangat marah, sehingga bagian depan rambutnya bergetar karenanya. Lalu ia berkata, “Tidak demi Allah! Aku tidak mendapat pengganti yang lebih baik dari dia…! Dia beriman kepadaku ketika orang lainn mendustakanku. Dia membantu dengan hartaku ketika tak seorangpun selain dia memberiku sesuatu dan Allah telah menganugerahkan keturunan daripadanya dan tidak dari isteri-isteriku yang lain” [Al Hadits]
“Bila seorang wanita meninggal dunia, dan suaminya ridho sekali dengan tingkah lakunya semasa hidupnya, maka wanita itu masuk surga”. [HR. Turmudzi dan Ibnu Majah]
Ya Allah… Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.
Ya Allah… Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin. Dan semoga shalawat seta salam selalu tercurah kepada Mudammad SAW, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.
Ya Allah… Hari ini dua hamba-Mu yang dhaif mematri janji di hadapan kebesaran-Mu. Kami tahu tidak mudah untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirah-Mu. Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga kami menghadapi taufan godaan di hadapan kami. Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu.
Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang lebih Engkau anugerahi kenikmatan, bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan, bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan. Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.
Terangilah jalan kami dengan sinar taufik-Mu. Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmat-Mu atas kami, bantulah kami untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu itu. Hindari kami dari orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmat-Mu.
Ya Allah… Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai. Jadikan mereka Yaa…Allah teladan yang baik bagi manusia.
YaAllah… Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.
Ya Allah… Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami dan ampunilah kami.
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Amiin…

Monday, November 27, 2006

musiQalbu Jajaki Enterpreneurship






Tepat pada tanggal 24 November 2006, salah satu kru musiQalbu mencoba berwirausaha dengan membuat "Warung Makan" dengan diberi nama "Paradise Resto" Paradise yang berarti Firdaus sesuai dengan nama penggagasnya yaitu keyboardist musiQalbu Rifa Firdaus yang kini sedang menyelesaikan program S1 Perbankan syariah UIN Jakarta, ia yang dipanggil akrab Daus mencoba menepis anggapan bahwa seorang sarjana selalu ingin jadi pejabat duduk di kursi lebar didepan komputer dengan leher berdasi. ---





Kini ia terjun langsung sebagai pimpinan juga sebagai koki, Paradise Resto berbeda dengan warung makan yang biasanya, ia menjual makanan khusus yang berbahan dari sayuran dan buah-buahan, "sayuran dan buah-buahan adalah makan sehat yang tidak mengandung efek samping negatif, berbeda dengan makanan dari daging atau yang sejenisnya" begitu ungkap Firdaus. Untuk membuktikan silahkan sesekali berkunjung ke saung samping BTN Ciputat, disana anda bisa menikmati makanan sehat khas PARADISE RESTO, SELAMAT MENIKMATI.

Wednesday, November 22, 2006

Ungkapkan Estetika Seni Dalam Syiar Islam



”Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata”. (Q.S. Qaaf:7)

JIKA kita merenungkan ayat Alquran di atas, betapa terlihat jelas Alquran menggugah jiwa dari setiap manusia untuk menyelami keindahan alam semesta, baik di angkasa, dasar samudra, bumi, langit, dan seisinya. Allah menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya dalam rupa yang indah dipandang mata. Itulah kesempurnaan ciptaan-Nya dengan rupa-rupa keindahan layaknya syair-syair sebagai tuntunan yang Dia turunkan kepada Rasul-Nya, agar manusia membuka diri terhadap kebenaran atas keindahan yang Dia ciptakan.


Soal keindahan


Berbicara keindahan dengan kosakata lain, yang disebut dengan estetika, tidak terlepas dari komponen yang membentuk kesatuan keindahan tersebut. Dari ayat di atas, tertera jelas betapa Allah telah menciptakan alam semesta dengan kaidah estetika. Betapa jelas Allah telah menciptakan segala bentuk dan wujud ciptaan-Nya dengan dasar estetis yang sempurna. Seni adalah salah satu wujud karya yang diciptakan atas perasaan manusia dalam menikmati keindahan. Inilah yang diungkapkan Alquran untuk kita perhatikan dan renungkan atas keindahan makhluk ciptaan Allah, dan mengambil manfaat yang dikandungnya.


Di antara masalah yang paling rumit dalam kehidupan Islami adalah yang berkaitan dengan hiburan dan seni. Seni telah banyak dibicarakan orang. Sebagian pendapat, seni diharamkan, pendapat lain justru seni adalah medium ungkapan rasa manusia sebagai wujudnya dalam mendekatkan diri dengan Sang Ilahi.


Seorang ahli Fiqih Yusuf Al-Qardlawy, menyebutkan, seni merupakan kebutuhan rasa (instuisi), yaitu seni yang dapat meningkatkan derajat manusia dan kemuliaan manusia, bukan seni yang dapat menjerumuskan manusia dalam kehinaan. Artinya, dapat dilihat bahwasannya estetika seni dalam Islam merupakan bentuk estetika yang mesti berpegang teguh pada koridor syariat Islam. Seni bukan berarti keindahan yang diungkapkan sebagai ungkapan kesenangan manusia yang dapat merusak, tetapi merupakan keindahan yang disandarkan ke dalam bentuk ungkapan kesenangan demi kebaikan.


Salah satunya, estetika seni dapat dijadikan sebagai ruang alternatif dalam syiar Islam. Sedangkan syiar Islam adalah upaya mengingatkan manusia akan kebenaran. Allah mencintai keindahan dan mencintai kebaikan. Estetika seni merupakan wujud pada syiar Islam yang mencerminkan keindahan dan kebaikan yang diciptakan-Nya. ***


Usman Suhana B.Mahasiswa Seni Karawitan STSI